Selasa, 17 Januari 2017

Efek komunikasi massa terhadap individu, masarakat, budaya menurut Steven A Chafee



MAKALAH TEKNIK KOMUNIKASI

(Efek komunikasi massa terhadap individu, masarakat, budaya menurut Steven A Chafee)

“Makalah ini disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah teknik komunikasi massa Fakultas Psikologi semester tiga”

Dosen Pembimbing : Drs.Soleh Amin Yahman, M.Psi


Disusun oleh :
Tria Ningsih/F100150067
Anisah Andiati/F100150075
Nadya Amelinda PP/F100150071

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016


MAKALAH TEKNIK KOMUNIKASI
(Efek komunikasi massa terhadap individu, masarakat, budaya menurut Steven A Chafee)
“Makalah ini disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah teknik komunikasi massa Fakultas Psikologi semester tiga”




Disusun oleh :
Tria Ningsih/F100150067
Anisah Andiati/F100150075
Nadya Amelinda PP/F100150071


Pengesahan :



Dosen Pengampu                                                                    Perpustakaan UMS


(Sholeh Amini Yahman, M.Psi)


DAFTAR ISI






KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang efek komunikasi massa terhadap individu, masarakat, dan budaya ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada bapak Drs.Soleh Amini M.Psi  selaku Dosen mata kuliah Teknik Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan tugas ini kepada kami.  
       Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengaruh komunikasi massa. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.





Surakarta , 12 Desember 2016
                                                                                                           
Penulis





BAB 1

PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

            Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi yang diterima oleh alat-alat indera, ke bagian otak. Informasi itu bisa berasal dari lingkungan, organisme lainnya, atau dari diri sendiri.
Hakekatnya manusia adalah mahkluk social. Sebagai mahkluk sosial, kegiatan sehari- hari selalu berhubungan dengan orang lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup.Komunikasi adalah hubungan antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari dalam keadaan disadari atau tidak disadari komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri, sejak Ia lahir. Komunikasi merupakan aktivitas yang paling esensial dalam kehidupan manusia, karena ±70% dari waktu bangun dipergunakan untuk berkomunikasi. Keberhasilan seseorang pun dapat dilihat dari keterampilannya dalam berkomunikasi. Kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian.
Komunikasi erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia. Atau dengan kata lain, ilmu komunikasi juga berkaitan erat dengan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, yaitu Psikologi.
Efek komunikasi sendiri dapat mempengaruhi beberapa hal, diantaranya akan kamia bahas pada pembahasan. Yaitu Efek terhadap Individu, Masyarakat, dan Budaya.


B.     Rumusan masalah

1.      Apa yang dimaksud komunikasi ?
2.      Apa yang dimaksud komunikasi massa?
3.      Bagaimana efek komunikasi massa terhadap individu?
4.      Bagaimana efek komunikasi massa terhadap masarakat?
5.      Bagaimana efek komunikasi massa terhadap budaya?

C.    Tujuan

Dapat mengetahui dan memahami efek yang ditimbulakn oleh komunikasi massa terhadap individu, masarakat dan budaya menurut Steven A Chafee.

D.    Manfaat

Menambah pengetahuan mengenai efek yang ditimbukan komunikasi massa terhadap kehidupan individu, masarakat dan budaya.                    


BAB II

PEMBAHASAN

A.    Komunikasi

Komunikasi merupakan salah satu proses sosial yang sifatnya sangatlah mendasar dan sangatlah vital bagi kehidupan manusia , khususnya dalam hubungan antar manusia. Selain itu komunikasi juga dapat dikatakan sebagai alat yang membentuk jejaring sosial sehingga dengan adanya jejaring sosial tersebut dapat terbentuk kehidupan komunitas atau masarakat.                 
Pengertian sederhana dari komunikasi itu sendiri adalah proses penyampain informasi (pesan, ide, gagasan) antara individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.                   Komunikasi dapat dilakukan secara verbal atau secara lisan. Hakikat dasar dari komunikasi adalah proses pertukaran informasi (ide, gagasan, pikiran) sehingga trebentuk pemahaman bersama secara singkat yaitu pengiriman informasi dari komunikator kepada penerima informasi tersebut. Menurut Carl I Hovland, komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegas asas penyampaian informasi serta pembentukan sikap/pendapat. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi merupakan suatu hal yang sifatnya sistematis bukan hal yang sembarangan, sehingga tujuan dari komunikasi yang dilakukan dapat tercapai. Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia, karena dengan komunikasilah individu akan manusia kan mampu menyampaikan ide, informasi dan keinginan kepada pihak lain. Selain itu berjalannya organisasi baik organisasi yang kecil atau organisasi yang besar juga karena adanya proses komunikasi yang baik, begitupula dengan berdirinya Negara Indonesia sampai saat ini yang tak pernah lepas karena adanya komnunikasi. Bahkan ketidakmampuan komunikasi dapat menyebabkan beberapa hal negative bagi kehidupan manusia antar lain gangguan perkembangan kepribadian, gangguan perilaku, hambatan penyesuaian diri dengan lingkungan (maladaptive behavior) bahkan keberhasilan manusia dapat dilihat dari ketampilan komunikasinya.                                                            Dalam kehidupan sosial, komunikasi memilik banyak fungsi dan kegunaan, yaitu sebagai alat pengontrol maksudnya adalah komnuikasi dapat digunakan sebagai alat untuk mengontrol diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Komunikasi juga dapat digunakan untuk mengerti orang lain atau lingkungan sekitar. Selain itu komunikasi juga dapat digunakan sebagai alat manipulasi, yaitu mengelola kehidipan bersama sehingga kehidupan manusia dengan orang lain memiliki makna. Komunikasi memiliki macam dan tingakatan anatara lain komunikasi interpersonal (komunikasi antar pribadi), komunikasi organisasi, komunikasi intrapersonal, dan komunikasi massa. Dalam pembahasan kali ini, akan berfokus pada komunikasi massa.
          

B.     Komunikasi Massa            

Komunikasi massa merupakan salah satu proses komunikasi sosial yang melibatkan berbagai kondisi pengoprasian. Komunikasi massa disini berbeda dengan peralatan teknis yang sering digunakan dalam komunikasi seperti tv, radio, surat kabar dll. Menurut Bitner, komunikasi massa atau komunikasi public adalah proses komunikasi dimana pesan atau informasi didistribusikan dengan menggunakan media teknis yaitu media massa untuk menjangkau khalayak luas sehingga pesan bersifat terbuka (untuk siapa saja yang mampu menjangkaunya).
Komunikasi massa menurut Gerbner (1967) adalah produk dan teknologi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinu serta paling luas dimiliki orang dalam masarakat industry. Dari pengertian kedua ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses yang melibatkan khalayak umum dengan menggunakan media massa sehingga informasi yang disampaikan dapat terdistribusi kepada khalayak luas yang berada pada tempat yang sama ataupun berada ditempat berbeda. Yang dimaksud khalayak dalam komunikasi massa itu mencakup audience dan public. Audience adlah khalayak yang berkumpul dalam suatu tempat misalnya perkuliahan yang berlangsung dalam suatu ruangan, pengajian di masjid Fadlu Rahman dll. Sedangkan Publik maksudnya khalayak yang menrima informasi keberadaanya tersebar diseluruh wilayah (tempatnya terpisah-pisah).
Sifat khalayak komunikasi yaitu anonym, anggota khalayak terdistribusi secara massive, public members bersifat heterogen dan sifat yang diditribusikan sifatnya umum dan dapat diketahui oleh siapa saja yang dapat menjangkaunya. Dalam komunikasi massa, arus komunikasinya dikendalikan oleh komunikator, hal ini lah yang menjadi salah satu kelemahan dari komunikasi massa, dimana ketika komunikator salah dalam menyampaikan informasi aatau terjadi ketidakselarasan terhadap isi pesan maka komunikan atau penerima informasi tidak dapat secara langsung melakukan koreksi dan member feed back, tetapi pemberian kritik atau masukan ini dapat dilakukan setelah proses komunikasi selesai sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Komunikasi massa dalam media massa ini memiliki berbagai fungsi, meliputi fungsi Entertainment, fungsi pemberi informasi, fungsi edukasi, fungsi control sosial. Fungsi entertainment maksudnya dengan adanya komunikasi massa dapat memberikan hiburan kepada masarakat luas yang dapat menjangkauny. Fungsi pemberi informasi, jelas sekali bahwa komunikasi massa merupakan proses komunikasi untuk memberikan informasi, gagasan, ide kepada khalayak umum. Fungsi edukasi, komunikasi massa mampu menyampaikan informasi yang berbobot edukasi kepada siapa saja yang mempu menjangkaunya.Fungsi control sosial, yaitu dapat digunakan sebagai alat mengawasi apa saja yang terjadi dalam kehidupan masarakat mana saja.

C.    Efek Komunikasi Massa Menurut Stevan A. Chafee

Komunikasi massa menurut Steven A.Chafee memiliki beberapa pendekatan yang yaitu pendekatan yang melihat efek media massa baik yang berkaitan dengan pesan, maupun dengan media itu sendiri efek tersebut dapat berupa efek yang negative maupun positif karena adanya media massa tersebut. Kemudian pendekatan yang kedua yaitu pendekatan yang melihat jenis perubahan yang terjadi pada khalayak sebagai akibat dari adanya komunikasi massa, jenis perubahan ini dapat berupa penerimaan informasi (perubahan kognitif), perubahan perasaan atau sikap(afektif) misalnya individu mendapatkan informasi tentang pentingnya berbakti kepada orang tua pada ceramah yang diikutinya, kemudian ia menerapkan apa yang ia dapatkan dari ceramah tersebut dengan bersikap lebih hormat dan berbakti pada ora tuanya dan pada orang yang lebih tua darinya, dan perubahan tindakan/perilaku (perubahan behavioral). Dimana pendekatan-pendekatan dalam komunikasi massa tersebut mengenai berbagai lapisan dalam masarakat yang mampu menjangkaunya baik bagi individu, kelompok, organisasi, masyarakat social, maupun kehidupan bangsa.

D.    Efek komunikasi massat terhadap individu

Media massa memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap individu. Steven A Chaffee mengatakan  efek media massa dapat dilihat dari tiga pendekatan. Pendekatan pertama adalah efek dari media massa yang berkaitan dengan pesan ataupun media itu sendiri. Pendekatan kedua adalah dengan melihat jenis perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa yang berupa perubahan sikap, perasaan dan perilaku atau atau dengan istilah lain dikenal sebagai observasi terhadap khalayak (individu, kelompok, organisasi, masyarakat atau bangsa) yang dikenai efek komunikasi massa. Menurut Steven A. Chafee, komunikasi masa memiliki lima efek berikut terhadap  individu.
Efek  Kehadiran Media Massa Secara Fisik

1)      Efek Ekonomis
         Efek ekonomis dapat menimbulkan muculnya berbagai produksi, distribusi, dan konsumsi jasa media massa, dan membuka lowongan pekerjaan. Sangat jelas sekali, kehadiran media massa akan menggerakkan berbagai macam bidang usaha. Mulai dari yang memiliki usaha mandiri sampai yang bekerjasama dengan mitra bisnis  lain. Misalnya, usaha restoran dapat membayar iklan untuk menarik para penikmat kuliner lewat media entah lewat media elektronik maupun media cetak. 
         Dapat  di pastikan akan lebih banyak peminatnya jika di bandingkan dengan usaha yang tidak di iklankan. Hal ini karena iklan akan menambah daya tarik penjualan ditambah dengan gaya bahasa dengan komunikasi iklan yang menarik ini akan sampai kepada kesempatan membuka lowongan pekerjaan untuk memperlancar usaha restoran tersebut dengan menambah karyawan dan membuka cabang usaha baru di tempat yang lainnya.
         Begitu pula usaha kripik pisang, kripik pisang yang dijual dipasaran hanya dibungkus dengan kantong plastik biasa akan memiliki nilai jual yang rendah, tetapi apabila dagangan kripik pisang ini di kemas dengan mesin yang canggih, memiliki label dan promosi yang baik dan menarik, atau diiklankan oleh orang yang terkenal (contohnya artis) maka usaha kripik pisang ini akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan banyak pembelinya jika dibandingkan  dengan usaha kripik pisang yang dijual di pasaran. Hal ini juga merupakan efek yang sangat kuat dari media massa.

2)      Efek Sosial ( Menunjukkan status )
Efek ini berkenaan dengan karakter, bagaimana  kita dapat menilai seseorang yang dipengaruhi oleh media massa, hasil dari perilaku, cara berfikir, pembawaan, interaksi terhadap seseorang atau khalayak yang bersamanya, dll merupakan bagian dari efek sosial. Contoh seorang pemuda yang merasa puas dengan kepintarannya lalu ia tidak melanjutkan pendidikan kejenjang universitas dan ia memanfaatkan media Koran untuk mengetahui informasi yang ada, dengan seorang pemuda pintar lalu ia berniat dan tekun untuk melanjutkan kejenjang universitas dan sama memanfaatkan media Koran yang ada. Tentu saja pemuda yang kuliah mendapatkkan ilmu dan berinteraksi dengan orang banyak yang berpendidikan akan berbeda perilakunya
Walaupun pemuda pintar namun ia tidak kuliah, dan ia piawai dalam memahami ranah pemerintahan melalui Koran yang ia baca dengan memakai sedikit emosi dan teori yang ia dapat di bangku sekolah dulu dan mendengarkan pendapat dari teman yang sama dengannya. Tentu berbeda dengan pemuda yang kuliah dan mendapat teori secara efektif, lingkungan berpendidikkan, menggunakan media koran lalu memanfaatkan media internet untuk membuat dan mewakili semua pendapatnya, sedikit emosi, namun tertata beberapa teori yang dapat menahan semua emosi yang ada, lalu mendapat hasil yang lebih baik dari pemuda tanpa teori universitas merupakan salah satu contoh efek social dari media massa.

3)       Efek Penjadwalan Kegiatan
Kehadiran media massa membuat aktivitas sehari-hari berpangaruh terhadap adanya media. Di pagi hari, biasanya masyarakat kota membaca Koran terlebih dahulu sebelum beraktivitas misalnya ke kantor. Di malam hari, dimana anak-anak seharusnya tidur, tapi lebi memilih untu menonton tayangan tv yang setiap malam ditontonnya. Hal ini akan menyebabkan perilaku dengan penjadwalan yang sudah ditetapkan sendiri, contoh di waktu  mahgrib anak-anak akan lebih memilih menonton film kartun dari pada sholat maghrib , pengaruh media terhadap perilaku ini akan membawa penjadwalan tersendiri bagi individu nya.
Tetapi penjadwalan waktu ini tidak selalu buruk, misal sebuah keluarga lebih memilih menonton tausiah/ceramah di televisi setelah sholat subuh dari pada tidur pagi. Media memberi banyak dampak bagi aktivitas ,kehadiran media dengan penjadwalan kegiatan tergantung dari setiap orang itu menyikapi media. Apakah media tersebut digunakan sebagai hal yang positif atau negatif.


4)       Penyaluran Perasaan
Penyaluran perasaan sering terjadi bila seseorang menggunakan media untuk menghilangkan perasaan tidak enak, misalnya kesepian, marah, kecewa, media dipergunakan tanpa mempersoalkan isi pesan yang disampaikan. Dengan melihat berbagai acara yang di tampilkan oleh televisi misalnya seseorang secara tiba-tiba akan tertawa dan menangis sendiri karena melihat adegan dalam acara televisi tersebut. Penyaluran perasaan masuk dalam kategori efek afektif  karen tujuan dari komunikasi massa bukan sekedar memberitahu khalayak tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
Kegembiraan juga tidak dapat diukur dengan tertawa keras ketika menyaksikan adegan lucu. Tetapi para peneliti telah berhasil menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas rangsangan emosional pesan media massa. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a.       Suasana emosional, menonton sebih sinetron di televisi atau membaca novel akan dipengaruhi oleh suasana emosional kita. Adegan-adegan lucu akan menyebabkan kita tertawa terbahak-bahak bila kita menontonnya dalam keadaan senang.
b.      Skema Kognitif, merupakan naskah yang ada dalam pikiran kita yang menjelaskan tentang alur peristiwa. Kita tau bahwa dalam sebuah film action ‘sang jagoan; pada akhirnya akan menang.
c.       Suasana Terpaan (Setting Exposure), Tayangan misteri di tv, membuat kita berpikir bahwa kehidupan mahluk itu adalah sebagaimana yang kita lihat dalam film atau sinetron tersebut. Contoh saat kita menonton film horor “bangku kosong” bila kita menontontonnya sendirian di rumah , ketika hujan lebat, dan terllihat kursi-kursi kosong yang tertata rapih tentu kita akan terbawa oleh situasi dalam filmm dan merasa takut. Beberpa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih ketakutan menonton televisi dalam keadaan sendirian atau di tempat gelap. Begitu pula reaksi orang lain pada saat menonton akan mempengaruhi emosi kita pada waktu memberikan respons.
d.      Predisposisi Individual, mengacu pada karakteristik khas individu. Orang yang melankolis cenderung menanggapi tragedi lebih emosional daripada orang yang periang. Orang yang periang akan senang bila melihat adegan-adegan lucu atau film komedi daripada orang yang melankolis. Beberapa penelitian membuktikan bahwa acara yang sama bisa ditanggapi berlainan oleh orang-orang yang berbeda.
e.       Faktor Identifikasi, menunjukkan sejauhmana orang merasa terlibat dengan tokoh yang ditonjolkan dalam media massa. Dengan identifikasi, penonton, pembaca atau pendengar menempatkan dirinya dalam posisi tokoh tersebut.
Ketika tokoh tersebut kalah akan merasa sedih dan kecewa tetapi sebaliknya apabila tokoh yang diidentifikasi menang tentu akan merasa senang.

5)       Efek  Penyaluran Perasaan Terhadap Media
Kehadiran media massa juga menumbuhkan perasaan tertentu. Kita memiliki perasaan positif atau negatif pada media tertentu. Tumbuhnya perasaan senang atau percaya pada media massa tertentu mungkin erat kaitannya dengan pengalaman individu bersama media massa tersebut, faktor isi pesan mula-mula amat berpengaruh, tetapi kemudian jenis media itu yang diperhatikan,apa pun yang disiarkannya. Contoh seseorang sudah terbiasa membaca dan menyaksikan berita dari sumber “X” jika ia meyakini bahwa berita dari sumber itu merupakan yang aktual. Tentu dia akan tetap mempercayai media tersebut sekalipun media tersebut sudah jelas-jelas salah akan tetap dipercayainya, hal ini karena media berita dari sumber “X” tersebut telah membuat kesan yang baik.

Efek Pesan Media
1.      Efek Kognitif
Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informative bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitif. Melalui media massa, kita memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita kunjungi secara langsung.
2.      Efek Afektif
Efek ini kadarnya lebih tinggi daripada Efek Kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan hanya sekedar memberitahu kepada khalayak agar menjadi tahu tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, setelah mengetahui informasi yang diterimanya, khalayak diharapkan dapat merasakannya. Kategori efek afektif  karena tujuan dari komunikasi massa bukan sekedar memberitahu khalayak tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
3.      Efek Behavioral
Efek behavioral merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan dalam televisi atau film akan menyebabkan orang menjadi beringas. Program acara memasak bersama Rudi Khaeruddin, misalnya, akan menyebabkan para ibu rumah tangga mengikuti resep-resep baru. Bahkan, kita pernah mendengar kabar seorang anak sekolah dasar yang mencontoh adegan gulat dari acara SmackDown yang mengakibatkan satu orang tewas akibat adegan gulat tersebut. Namun, dari semua informasi dari berbagai media tersebut tidak mempunyai efek yang sama.

E.       Efek Komunikasi Massa terhadap Masyarakat/Khalayak Umum

1.    Efek Kognitif
Efek kognitif ini terjadi ketika dengan adanya komunikasi massa pola fikir, persepsi, dan pengetahuan masyarakat/ khalayak umum berubah atau bertambah. Dengan adanya komunikasi massa, khalayak mampu memperoleh pengetahuan baru tentang tempat-tempat yang belum dikunjungi, informasi kesehatan yang belum pernah diketahuai, informasi kecantikan dan pengetahuan-pengatahuan baru yang mampu meningkatkan informasi kognitif dan meningkatkan ketrampilan kognitif khalayak.
Selain itu dalam komunikasi massa, komunikator juga dapat menyampaikan berita-berita yang sedang terjadi ke seluruh dunia misalnya berita tentang terpilihnya Donald Trump sebagai presiden di Amerika, Dengan kata lain, tujuan komunikator hanya berkisar pada upaya untuk memberitahu saja. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi massa memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mengubah keyakinan dan menambah pengetahuan khalayak.
2.      Efek Afektif
Efek ini terjadi jika adanya perubahan pada perasaan atau sikap khalayak seperti perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi atau dibenci. Efek ini juga berhubungan dengan emosi, sikap, atau nilai. Misalnya, dengan adanya berita-berita penyerangan Allepo yang diserang kelompok Basyar Al-Assad yang bertebaran di berbagai media massa yang menunjukan penderitaan, kesengsaraan, kelaparan, kematian, perjuangan orang muslim untuk memerangi Bassar Al-Assad, orang tua kehilangan anaknya dan keluarganya, anak kehilangan orang tua dan saudara-saudaranya, kerusakan yang terjadi karena pengeboman diberbagai sudut kota, mayat bertebaran dimana-mana, dengan adanya informasi tersebut masyarakat akan tergerak hatinya, perasaan empati muncul khususnya dikalangan kaum muslim, adanya perasaan iba dari kalangan masyarakat.
Menurut Asch, semua sikap bersumber pada organisasi kognitif yaitu pengetahuan dan informasi yang dimiliki. Sikap kita pada orang lain atau apapun itu tergantung pada citra yang kita tangkap dan apa yang kita ketahui sebelumnya. Misalnya, bila kita meyakini bahwa Negara Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang amanah, maka sikap khalayak akan positif terhadap program-program pemerintah, tetapi sebaliknya ketika kita meyakini bahwa Negara Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang kurang jujur maka sikap khalayak akan negatif terhadap program-program pemerintah. Persepsi dan keyakinan yang dimiliki khalayak ini biasanya karena adanya informasi yang mereka peroleh dari berita-berita yang dipublikasikan oleh media massa. Secara singkat, sikap ditentukan oleh citra, kemudia citra ditentukan oleh sumber informasi yang kebanyakan berasal dari media massa.

3.      Efek Behavioral
Efek ini terjadi jika ada perubahan perilaku khalayak karena infomasi yang didapatkan dari komunikasi massa tersebut. Merujuk pada perilaku nyata yang dapat diamati, yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan atau kebiasaan yang berlaku. Salah satu perilaku prososial ialah memiliki keterampilan yang bermanfaat,hal ini  tidak hanya didapatkan melalui bangku sekolah, tetapi dengan adanya komunikasi massa. Masyarakat/ khalayak umum mampu mendapatkan keterampilan melalui media massa, sebagai contoh saat ini banyak majalah, Koran, artikel, jurnal yang mampu memberikan keterampilan baru kepada masyarakat.
Acara Televisi “dr.Oz Indonesia” yang memberikan informasi kesehatan kepada khalayak, dengan adanya acara tersebut banyak sekali informasi yang didapatkan tentang pola hidup yang baik, pentingnya makan makanan yang sehat, ,masyarakat akan mengubah perilaku mereka dan mulai memperhatikan apa yang mereka makan, ibu-ibu akan berusaha bangun pagi untuk memasak agar makanan yang dimakan anak dan suaminya terjamin kesehatanya. Secara tidak langsung ternyata informasi yang disebarkan melalui komunikasi massa mampu memngubah dan mempengarui perilaku masyarakat, dalam hal ini perilaku tentang kesehatan.
Berita tentang penyerangan Allepo yang banyak disebar melalui berbagai media massa, selain mengaduk-aduk perasaan dan membangkitkan empati masyarakat, sebagai tindak lanjut dari perasaan tersebut masyarakat Indonesia banyak memberikan bantuan baik secara material maupun non-material, banyak sesama muslim Indonesia yang berangkat menunju Allepo untuk menjadi relawan, maraknya aksi demo dan galangan dana yang dilakuakan oleh masyarakat Indonesia dalam rangka untuk membantu masyarakat Allepo. Selain itu, baru-baru ini Indonesia digegerkan dengan pemberitaan penistaan agama (kasus Al-Maidah:51)  yang dilakukan oleh Ahok, hal ini membakar kemarahan kaum muslimin di Indonesia, sebagai bentuk pembelaan umat muslik terhadap Al-Qur’an masyarakat Indonesia yang beragama islam melakukan Aksi bela islam pada tanggal 4 November 2016 ( Aksi 411) dan aksi bela Al-Qur’an pada tanggal 2 Desember 2016 ( Aksi 212) di Jakarta. Hal ini merupakan bebrapa contoh efek komunikasi massa yang sangat mempengaruhi perilaku masyarakat dan khalayak umum.

4.      Efek Ekonomi
Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran komunikasi massa dewasa ini membuka peluang kepada masyarakat dalam mengembangkan ekonomi mereka. Kehadiran media massa ditengah kehidupan manusia dapat menumbuhkan berbagai usaha produksi, distribusi dan konsumsi jasa media massa. Dengan adanya media massa, masarakat dengan mudah mempromosikan usahanya sehingga mempermudah pengembangan usaha bagi masarakat, karena dengan adanya iklan yang dipasang usaha masarakat dapat diketahui oleh siapa saja di seluruh dunia yang dapat menjangkaunya.
Keberadaan televisi baik televisi pemerintah maupun televisi swasta dapat memberi lapangan kerja kepada sarjana ilmu komunikasi , para juru kamera, pengarah  acara, juru rias, dan profesi lainnya. Contoh lainya, sesuai dengan perkembangan zaman muncul youtuber dan vlog yang banyak diminati oleh kaum muda zaman sekarang, dimana hal ini mampu membangkitkan kreativitas remaja dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi mereka.Masyarakat lebih mudah dalam mengembangkan usaha mereka, dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

5.       Efek Pergeseran Pola Hidup Masyarakat
               Keberadaaan komunikasi massa dalam menyajikan informasi memberikan banyak pengaruh kepada masyarakat baik pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negative meskipun pengaruh tersebut berlangsung secara bertahap dan memerlukap proses . media membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.          
Media memperlihatkan pada masyarakat bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, sehingga secara tidak langsung menyebabkan masyarakat menilai apakah lingkungan mereka sudah layak atau apakah ia telah memenuhi standar tersebut dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang di lihat, didengar dan dibaca dari media. Pesan/informasi yang disampaikan oleh media bisa jadi mendukung masyarakat menjadi lebih baik, membuat masyarakat merasa senang akan diri mereka, merasa cukup atau sebaliknya mengempiskan kepercayaan dirinya atau merasa rendah dari yang lain. Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup.

F.      Efek Komunikasi Massa terhadap Budaya

Media massa berperan untuk membentuk keragaman budaya yang dihasilkan sebagai salah satu akibat pengaruh media terhadap system nilai, pikir, dan tindakan manusia. Pada titik tertentu, masyarakat mengembangkan system budaya massa. Berikut adalah beberapa efek
1.      Efek Kognitif.
Budaya dalam konteks masyarakat didukung oleh media massa dilihat sebagai entitas cair dan mampu mempengaruhi masyarakat (terlihat bagaimana media mampu membentuk selera masyarakat atau membentuk cara pandang tertentu terhadap sebuah realitas). Cara pandang dalam hal ini juga termasuk kedalam cara berpikir manusia.
2.      Efek Afektif.
Media komunikasi massa dalam perubahan budaya juga berfungsi dalam menyampaikan pesan-pesan ritual yang biasanya dilakukan secara kolektif. Seperti menyiarkan atau memberitahukan perayaan hari besar agama, upacara-upacara ritual, upacara perkawinan yang sering bersifat ekspresif, yakni menyatakan perasaan terdalam seseorang.
3.      Efek Behavioral.
Pada fungsi komunikasi cultural, budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi dan pada gilirannya komunikasipun turut menentukan, memelihara, mengembangkan atau mewariskan budaya. “Budaya adalah komunikasi” dan “Komunikasi adalah Budaya” (Edward T Hall), keduanya mempunyai hubungan timbal balik. Efek behavioral.



BAB III

PENUTUP


A.    KESIMPULAN

Komunikasi massa merupakan hal yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat khusunya dizaman yang modern ini. Komunikasi merupakan salah satu proses sosial yang sifatnya sangatlah mendasar dan sangatlah vital bagi kehidupan manusia , khususnya dalam hubungan antar manusia. Selain itu komunikasi juga dapat dikatakan sebagai alat yang membentuk jejaring sosial sehingga dengan adanya jejaring sosial tersebut dapat terbentuk kehidupan komunitas atau masarakat.   
Komunikasi massa memiliki banyak pengaruh bagi penerima informasi tersebut baik efek terhadap individu, masyarakat social dan kebudayaan masyarakat itu sendiri. Efek yang ditimbulkan dapat berupa efek perubahan kognitif, afektif dan behavioral. Efek kognitif terjadi ketika dengan adanya komunikasi massa pola fikir, persepsi, dan pengetahuan masyarakat/ khalayak umum berubah atau bertambah. Efek afektif terjadi jika adanya perubahan pada perasaan atau sikap khalayak seperti perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi atau dibenci. Efek behavioral terjadi jika ada perubahan perilaku khalayak karena infomasi yang didapatkan dari komunikasi massa tersebut

B.     SARAN

“Tidak ada gading yang tidak retak”  tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini karena kesempurnaan hanya dimiliki Allah, begitupun dengan makalah ini banyak kekurangan karena penulis hanyalah manusia biasa, maka dari itu penulis meminta kritik dan saran yang membangun guna perbaikan dimasa mendatang.


DAFTAR PUSTAKA


Armando,Nina M. 2015. Psikologi Komunikasi. Banten: Universitas Terbuka
Nasution, Zulkarnimein.2015. Sosiologi Komunikasi Massa. Banten: Universitas Terbuka