MAKALAH
TEKNIK KOMUNIKASI
(Efek
komunikasi massa terhadap individu, masarakat, budaya menurut Steven A Chafee)
“Makalah
ini disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah teknik komunikasi massa
Fakultas Psikologi semester tiga”
Dosen
Pembimbing : Drs.Soleh Amin Yahman, M.Psi
Disusun
oleh :
Tria
Ningsih/F100150067
Anisah
Andiati/F100150075
Nadya
Amelinda PP/F100150071
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
MAKALAH
TEKNIK KOMUNIKASI
(Efek
komunikasi massa terhadap individu, masarakat, budaya menurut Steven A Chafee)
“Makalah
ini disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah teknik komunikasi massa
Fakultas Psikologi semester tiga”
Disusun
oleh :
Tria
Ningsih/F100150067
Anisah
Andiati/F100150075
Nadya
Amelinda PP/F100150071
Pengesahan :
Dosen Pengampu Perpustakaan
UMS
(Sholeh
Amini Yahman, M.Psi)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang efek komunikasi massa terhadap individu,
masarakat, dan budaya ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Dan juga kami berterima kasih pada bapak Drs.Soleh Amini M.Psi selaku Dosen mata kuliah Teknik Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengaruh komunikasi massa. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengaruh komunikasi massa. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Surakarta
, 12 Desember 2016
Penulis
BAB
1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Komunikasi
merupakan proses penyampaian informasi yang diterima oleh alat-alat indera, ke
bagian otak. Informasi itu bisa berasal dari lingkungan, organisme lainnya,
atau dari diri sendiri.
Hakekatnya
manusia adalah mahkluk social. Sebagai mahkluk sosial, kegiatan sehari- hari
selalu berhubungan dengan orang lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan
hidup.Komunikasi adalah hubungan antar dan antara manusia baik individu maupun
kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari dalam keadaan disadari atau tidak
disadari komunikasi adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri, sejak Ia
lahir. Komunikasi merupakan aktivitas yang paling esensial dalam kehidupan
manusia, karena ±70% dari waktu bangun dipergunakan untuk berkomunikasi.
Keberhasilan seseorang pun dapat dilihat dari keterampilannya dalam
berkomunikasi. Kurangnya komunikasi akan menghambat perkembangan kepribadian.
Komunikasi
erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia. Atau dengan
kata lain, ilmu komunikasi juga berkaitan erat dengan ilmu yang mempelajari
tingkah laku manusia, yaitu Psikologi.
Efek
komunikasi sendiri dapat mempengaruhi beberapa hal, diantaranya akan kamia
bahas pada pembahasan. Yaitu Efek terhadap Individu, Masyarakat, dan Budaya.
B. Rumusan masalah
1. Apa
yang dimaksud komunikasi ?
2. Apa
yang dimaksud komunikasi massa?
3. Bagaimana
efek komunikasi massa terhadap individu?
4. Bagaimana
efek komunikasi massa terhadap masarakat?
5. Bagaimana
efek komunikasi massa terhadap budaya?
C. Tujuan
Dapat
mengetahui dan memahami efek yang ditimbulakn oleh komunikasi massa terhadap
individu, masarakat dan budaya menurut Steven A Chafee.
D. Manfaat
Menambah
pengetahuan mengenai efek yang ditimbukan komunikasi massa terhadap kehidupan
individu, masarakat dan budaya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Komunikasi
Komunikasi
merupakan salah satu proses sosial yang sifatnya sangatlah mendasar dan
sangatlah vital bagi kehidupan manusia , khususnya dalam hubungan antar
manusia. Selain itu komunikasi juga dapat dikatakan sebagai alat yang membentuk
jejaring sosial sehingga dengan adanya jejaring sosial tersebut dapat terbentuk
kehidupan komunitas atau masarakat.
Pengertian sederhana dari
komunikasi itu sendiri adalah proses penyampain informasi (pesan, ide, gagasan)
antara individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Komunikasi dapat dilakukan secara verbal atau
secara lisan. Hakikat dasar dari komunikasi adalah proses pertukaran informasi
(ide, gagasan, pikiran) sehingga trebentuk pemahaman bersama secara singkat
yaitu pengiriman informasi dari komunikator kepada penerima informasi tersebut.
Menurut Carl I Hovland, komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk
merumuskan secara tegas asas penyampaian informasi serta pembentukan
sikap/pendapat. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa
komunikasi merupakan suatu hal yang sifatnya sistematis bukan hal yang
sembarangan, sehingga tujuan dari komunikasi yang dilakukan dapat tercapai.
Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia, karena
dengan komunikasilah individu akan manusia kan mampu menyampaikan ide,
informasi dan keinginan kepada pihak lain. Selain itu berjalannya organisasi
baik organisasi yang kecil atau organisasi yang besar juga karena adanya proses
komunikasi yang baik, begitupula dengan berdirinya Negara Indonesia sampai saat
ini yang tak pernah lepas karena adanya komnunikasi. Bahkan ketidakmampuan
komunikasi dapat menyebabkan beberapa hal negative bagi kehidupan manusia antar
lain gangguan perkembangan kepribadian, gangguan perilaku, hambatan penyesuaian
diri dengan lingkungan (maladaptive behavior) bahkan keberhasilan manusia dapat
dilihat dari ketampilan komunikasinya. Dalam
kehidupan sosial, komunikasi memilik banyak fungsi dan kegunaan, yaitu sebagai
alat pengontrol maksudnya adalah komnuikasi dapat digunakan sebagai alat untuk
mengontrol diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Komunikasi juga dapat
digunakan untuk mengerti orang lain atau lingkungan sekitar. Selain itu
komunikasi juga dapat digunakan sebagai alat manipulasi, yaitu mengelola
kehidipan bersama sehingga kehidupan manusia dengan orang lain memiliki makna. Komunikasi
memiliki macam dan tingakatan anatara lain komunikasi interpersonal (komunikasi
antar pribadi), komunikasi organisasi, komunikasi intrapersonal, dan komunikasi
massa. Dalam pembahasan kali ini, akan berfokus pada komunikasi massa.
B. Komunikasi Massa
Komunikasi massa
merupakan salah satu proses komunikasi sosial yang melibatkan berbagai kondisi
pengoprasian. Komunikasi massa disini berbeda dengan peralatan teknis yang
sering digunakan dalam komunikasi seperti tv, radio, surat kabar dll. Menurut
Bitner, komunikasi massa atau komunikasi public adalah proses komunikasi dimana
pesan atau informasi didistribusikan dengan menggunakan media teknis yaitu
media massa untuk menjangkau khalayak luas sehingga pesan bersifat terbuka
(untuk siapa saja yang mampu menjangkaunya).
Komunikasi
massa menurut Gerbner (1967) adalah produk dan teknologi yang berlandaskan
teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinu serta paling luas dimiliki
orang dalam masarakat industry. Dari pengertian kedua ahli tersebut dapat
disimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses yang melibatkan khalayak
umum dengan menggunakan media massa sehingga informasi yang disampaikan dapat
terdistribusi kepada khalayak luas yang berada pada tempat yang sama ataupun
berada ditempat berbeda. Yang dimaksud khalayak dalam komunikasi massa itu
mencakup audience dan public. Audience adlah khalayak yang berkumpul dalam
suatu tempat misalnya perkuliahan yang berlangsung dalam suatu ruangan,
pengajian di masjid Fadlu Rahman dll. Sedangkan Publik maksudnya khalayak yang
menrima informasi keberadaanya tersebar diseluruh wilayah (tempatnya
terpisah-pisah).
Sifat khalayak
komunikasi yaitu anonym, anggota khalayak terdistribusi secara massive, public
members bersifat heterogen dan sifat yang diditribusikan sifatnya umum dan
dapat diketahui oleh siapa saja yang dapat menjangkaunya. Dalam komunikasi
massa, arus komunikasinya dikendalikan oleh komunikator, hal ini lah yang
menjadi salah satu kelemahan dari komunikasi massa, dimana ketika komunikator
salah dalam menyampaikan informasi aatau terjadi ketidakselarasan terhadap isi
pesan maka komunikan atau penerima informasi tidak dapat secara langsung
melakukan koreksi dan member feed back, tetapi pemberian kritik atau masukan
ini dapat dilakukan setelah proses komunikasi selesai sehingga membutuhkan
waktu yang cukup lama.
Komunikasi massa dalam media massa ini
memiliki berbagai fungsi, meliputi fungsi Entertainment, fungsi pemberi
informasi, fungsi edukasi, fungsi control sosial. Fungsi entertainment
maksudnya dengan adanya komunikasi massa dapat memberikan hiburan kepada
masarakat luas yang dapat menjangkauny. Fungsi pemberi informasi, jelas sekali
bahwa komunikasi massa merupakan proses komunikasi untuk memberikan informasi,
gagasan, ide kepada khalayak umum. Fungsi edukasi, komunikasi massa mampu
menyampaikan informasi yang berbobot edukasi kepada siapa saja yang mempu
menjangkaunya.Fungsi control sosial, yaitu dapat digunakan sebagai alat
mengawasi apa saja yang terjadi dalam kehidupan masarakat mana saja.
C. Efek Komunikasi Massa Menurut Stevan A. Chafee
Komunikasi massa
menurut Steven A.Chafee memiliki beberapa pendekatan yang yaitu pendekatan yang
melihat efek media massa baik yang berkaitan dengan pesan, maupun dengan media
itu sendiri efek tersebut dapat berupa efek yang negative maupun positif karena
adanya media massa tersebut. Kemudian pendekatan yang kedua yaitu pendekatan
yang melihat jenis perubahan yang terjadi pada khalayak sebagai akibat dari
adanya komunikasi massa, jenis perubahan ini dapat berupa penerimaan informasi
(perubahan kognitif), perubahan perasaan atau sikap(afektif) misalnya individu
mendapatkan informasi tentang pentingnya berbakti kepada orang tua pada ceramah
yang diikutinya, kemudian ia menerapkan apa yang ia dapatkan dari ceramah
tersebut dengan bersikap lebih hormat dan berbakti pada ora tuanya dan pada
orang yang lebih tua darinya, dan perubahan tindakan/perilaku (perubahan
behavioral). Dimana pendekatan-pendekatan dalam komunikasi massa tersebut
mengenai berbagai lapisan dalam masarakat yang mampu menjangkaunya baik bagi
individu, kelompok, organisasi, masyarakat social, maupun kehidupan bangsa.
D. Efek komunikasi massat terhadap individu
Media massa memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap
individu. Steven A Chaffee mengatakan efek media massa dapat dilihat dari tiga
pendekatan. Pendekatan pertama adalah efek dari media massa yang berkaitan
dengan pesan ataupun media itu sendiri. Pendekatan kedua adalah dengan melihat
jenis perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa yang berupa
perubahan sikap, perasaan dan perilaku atau atau dengan istilah lain dikenal
sebagai observasi terhadap khalayak (individu, kelompok, organisasi, masyarakat
atau bangsa) yang dikenai efek komunikasi massa. Menurut Steven A. Chafee, komunikasi
masa memiliki lima efek
berikut terhadap individu.
Efek Kehadiran Media Massa Secara Fisik
1) Efek Ekonomis
Efek ekonomis dapat menimbulkan muculnya berbagai produksi, distribusi, dan
konsumsi jasa media massa, dan membuka lowongan pekerjaan. Sangat jelas
sekali, kehadiran media massa akan menggerakkan berbagai macam bidang usaha. Mulai dari yang memiliki
usaha mandiri sampai yang bekerjasama dengan mitra bisnis lain. Misalnya, usaha restoran dapat membayar iklan untuk menarik para penikmat kuliner lewat
media entah lewat media elektronik maupun media cetak.
Dapat di pastikan akan lebih banyak peminatnya jika di
bandingkan dengan usaha yang tidak di iklankan. Hal ini karena
iklan akan menambah daya tarik penjualan ditambah dengan gaya bahasa dengan
komunikasi iklan yang menarik ini akan sampai kepada kesempatan membuka lowongan pekerjaan untuk
memperlancar usaha restoran
tersebut dengan menambah karyawan dan membuka cabang usaha baru
di tempat yang lainnya.
Begitu pula usaha kripik pisang, kripik
pisang yang dijual dipasaran hanya dibungkus dengan kantong plastik biasa akan
memiliki nilai jual yang rendah, tetapi apabila dagangan kripik pisang ini di
kemas dengan mesin yang canggih, memiliki label dan promosi yang baik dan
menarik, atau diiklankan oleh orang yang terkenal (contohnya artis) maka usaha
kripik pisang ini akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan banyak
pembelinya jika dibandingkan dengan
usaha kripik pisang yang dijual di pasaran. Hal ini juga merupakan efek yang
sangat kuat dari media massa.
2) Efek Sosial ( Menunjukkan
status )
Efek ini berkenaan dengan karakter, bagaimana kita dapat menilai seseorang yang dipengaruhi
oleh media massa, hasil dari perilaku, cara berfikir, pembawaan, interaksi
terhadap seseorang atau khalayak yang bersamanya, dll merupakan bagian dari
efek sosial. Contoh
seorang pemuda yang merasa puas dengan kepintarannya lalu ia tidak melanjutkan
pendidikan kejenjang universitas dan ia memanfaatkan media Koran untuk
mengetahui informasi yang ada, dengan seorang pemuda pintar lalu ia berniat dan
tekun untuk melanjutkan kejenjang universitas dan sama memanfaatkan media Koran
yang ada. Tentu saja pemuda yang kuliah mendapatkkan ilmu dan
berinteraksi dengan orang banyak yang berpendidikan akan berbeda perilakunya
Walaupun pemuda pintar namun ia tidak kuliah, dan ia piawai
dalam memahami ranah pemerintahan melalui Koran yang ia baca dengan memakai
sedikit emosi dan teori yang ia dapat di bangku sekolah dulu dan mendengarkan
pendapat dari teman yang sama dengannya. Tentu berbeda dengan pemuda yang
kuliah dan mendapat teori secara efektif, lingkungan berpendidikkan,
menggunakan media koran lalu memanfaatkan media internet untuk membuat dan
mewakili semua pendapatnya, sedikit emosi, namun tertata beberapa teori yang
dapat menahan semua emosi yang ada, lalu mendapat hasil yang lebih baik dari
pemuda tanpa teori universitas merupakan salah satu contoh efek social dari
media massa.
3) Efek Penjadwalan Kegiatan
Kehadiran media massa membuat aktivitas sehari-hari
berpangaruh terhadap adanya media. Di pagi hari, biasanya masyarakat kota
membaca Koran terlebih dahulu sebelum beraktivitas misalnya ke kantor. Di malam hari, dimana anak-anak
seharusnya tidur, tapi lebi memilih untu menonton tayangan tv yang setiap
malam ditontonnya. Hal ini akan
menyebabkan perilaku dengan penjadwalan yang sudah ditetapkan sendiri, contoh
di waktu mahgrib anak-anak akan lebih
memilih menonton film kartun dari pada sholat maghrib , pengaruh media terhadap
perilaku ini akan membawa penjadwalan tersendiri bagi individu nya.
Tetapi penjadwalan waktu ini tidak
selalu buruk, misal sebuah keluarga lebih memilih menonton tausiah/ceramah di
televisi setelah sholat subuh dari pada tidur pagi. Media memberi banyak dampak
bagi aktivitas ,kehadiran media dengan penjadwalan kegiatan tergantung dari
setiap orang itu menyikapi media. Apakah media tersebut digunakan sebagai hal
yang positif atau negatif.
4) Penyaluran Perasaan
Penyaluran perasaan sering terjadi bila seseorang
menggunakan media untuk menghilangkan perasaan tidak enak, misalnya kesepian,
marah, kecewa, media dipergunakan tanpa mempersoalkan isi pesan yang
disampaikan. Dengan melihat berbagai acara yang di tampilkan oleh televisi
misalnya seseorang secara tiba-tiba akan tertawa dan menangis sendiri karena
melihat adegan dalam acara televisi tersebut. Penyaluran perasaan masuk dalam
kategori efek afektif karen tujuan dari
komunikasi massa bukan sekedar memberitahu khalayak tentang sesuatu, tetapi
lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba,
terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
Kegembiraan juga tidak dapat diukur dengan tertawa keras
ketika menyaksikan adegan lucu. Tetapi para peneliti telah berhasil menemukan
faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas rangsangan emosional pesan media
massa. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a. Suasana emosional, menonton sebih
sinetron di televisi atau membaca novel akan dipengaruhi oleh suasana emosional
kita. Adegan-adegan lucu akan menyebabkan kita tertawa terbahak-bahak bila kita
menontonnya dalam keadaan senang.
b. Skema Kognitif, merupakan naskah
yang ada dalam pikiran kita yang menjelaskan tentang alur peristiwa. Kita tau
bahwa dalam sebuah film action ‘sang jagoan; pada akhirnya akan menang.
c. Suasana Terpaan (Setting Exposure),
Tayangan misteri di tv, membuat kita berpikir bahwa kehidupan mahluk itu adalah
sebagaimana yang kita lihat dalam film atau sinetron tersebut. Contoh saat kita
menonton film horor “bangku kosong” bila kita menontontonnya
sendirian di rumah , ketika hujan lebat, dan terllihat kursi-kursi kosong yang
tertata rapih tentu kita akan terbawa oleh situasi dalam filmm dan merasa
takut. Beberpa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih ketakutan menonton
televisi dalam keadaan sendirian atau di tempat gelap. Begitu pula reaksi orang
lain pada saat menonton akan mempengaruhi emosi kita pada waktu memberikan
respons.
d. Predisposisi Individual, mengacu
pada karakteristik khas individu. Orang yang melankolis cenderung menanggapi
tragedi lebih emosional daripada orang yang periang. Orang yang periang akan
senang bila melihat adegan-adegan lucu atau film komedi daripada orang yang
melankolis. Beberapa penelitian membuktikan bahwa acara yang sama bisa
ditanggapi berlainan oleh orang-orang yang berbeda.
e. Faktor Identifikasi, menunjukkan
sejauhmana orang merasa terlibat dengan tokoh yang ditonjolkan dalam media
massa. Dengan identifikasi, penonton, pembaca atau pendengar menempatkan
dirinya dalam posisi tokoh tersebut.
Ketika
tokoh tersebut kalah akan merasa sedih dan kecewa tetapi sebaliknya apabila
tokoh yang diidentifikasi menang tentu akan merasa senang.
5) Efek
Penyaluran Perasaan Terhadap Media
Kehadiran media massa juga menumbuhkan perasaan tertentu.
Kita memiliki perasaan positif atau negatif pada media tertentu. Tumbuhnya
perasaan senang atau percaya pada media massa tertentu mungkin erat kaitannya
dengan pengalaman individu bersama media massa tersebut, faktor isi pesan
mula-mula amat berpengaruh, tetapi kemudian jenis media itu yang
diperhatikan,apa pun yang disiarkannya. Contoh seseorang sudah terbiasa
membaca dan menyaksikan berita dari sumber “X” jika ia meyakini bahwa berita
dari sumber itu merupakan yang aktual. Tentu dia akan tetap mempercayai media
tersebut sekalipun media tersebut sudah jelas-jelas salah akan tetap
dipercayainya, hal ini karena media berita dari sumber “X” tersebut telah
membuat kesan yang baik.
Efek Pesan Media
1.
Efek Kognitif
Efek
kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya
informative bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang
bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang
bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitif. Melalui media massa, kita
memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah kita
kunjungi secara langsung.
2.
Efek Afektif
Efek
ini kadarnya lebih tinggi daripada Efek Kognitif. Tujuan dari komunikasi massa
bukan hanya sekedar memberitahu kepada khalayak agar menjadi tahu tentang
sesuatu, tetapi lebih dari itu, setelah mengetahui informasi yang diterimanya,
khalayak diharapkan dapat merasakannya. Kategori efek afektif karena tujuan dari komunikasi massa bukan
sekedar memberitahu khalayak tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak
diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah
dan sebagainya.
3.
Efek Behavioral
Efek
behavioral merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk
perilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan dalam televisi atau film
akan menyebabkan orang menjadi beringas. Program acara memasak bersama Rudi
Khaeruddin, misalnya, akan menyebabkan para ibu rumah tangga mengikuti
resep-resep baru. Bahkan, kita pernah mendengar kabar seorang anak sekolah
dasar yang mencontoh adegan gulat dari acara SmackDown yang
mengakibatkan satu orang tewas akibat adegan gulat tersebut. Namun, dari semua
informasi dari berbagai media tersebut tidak mempunyai efek yang sama.
E. Efek Komunikasi Massa terhadap Masyarakat/Khalayak Umum
1. Efek Kognitif
Efek kognitif ini terjadi
ketika dengan adanya komunikasi massa pola fikir, persepsi, dan pengetahuan
masyarakat/ khalayak umum berubah atau bertambah. Dengan adanya komunikasi
massa, khalayak mampu memperoleh pengetahuan baru tentang tempat-tempat yang belum
dikunjungi, informasi kesehatan yang belum pernah diketahuai, informasi
kecantikan dan pengetahuan-pengatahuan baru yang mampu meningkatkan informasi
kognitif dan meningkatkan ketrampilan kognitif khalayak.
Selain itu dalam
komunikasi massa, komunikator juga dapat menyampaikan berita-berita yang sedang
terjadi ke seluruh dunia misalnya berita tentang terpilihnya Donald Trump
sebagai presiden di Amerika, Dengan kata lain, tujuan komunikator hanya
berkisar pada upaya untuk memberitahu saja. Hal ini dapat ditarik kesimpulan
bahwa komunikasi massa memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mengubah
keyakinan dan menambah pengetahuan khalayak.
2. Efek
Afektif
Efek
ini terjadi jika adanya perubahan pada perasaan atau sikap khalayak seperti
perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi atau dibenci. Efek ini juga
berhubungan dengan emosi, sikap, atau nilai. Misalnya, dengan adanya
berita-berita penyerangan Allepo yang diserang kelompok Basyar Al-Assad yang
bertebaran di berbagai media massa yang menunjukan penderitaan, kesengsaraan,
kelaparan, kematian, perjuangan orang muslim untuk memerangi Bassar Al-Assad,
orang tua kehilangan anaknya dan keluarganya, anak kehilangan orang tua dan
saudara-saudaranya, kerusakan yang terjadi karena pengeboman diberbagai sudut
kota, mayat bertebaran dimana-mana, dengan adanya informasi tersebut masyarakat
akan tergerak hatinya, perasaan empati muncul khususnya dikalangan kaum muslim,
adanya perasaan iba dari kalangan masyarakat.
Menurut
Asch, semua sikap bersumber pada organisasi kognitif yaitu pengetahuan dan
informasi yang dimiliki. Sikap kita pada orang lain atau apapun itu tergantung
pada citra yang kita tangkap dan apa yang kita ketahui sebelumnya. Misalnya,
bila kita meyakini bahwa Negara Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang
amanah, maka sikap khalayak akan positif terhadap program-program pemerintah,
tetapi sebaliknya ketika kita meyakini bahwa Negara Indonesia dipimpin oleh
pemimpin yang kurang jujur maka sikap khalayak akan negatif terhadap
program-program pemerintah. Persepsi dan keyakinan yang dimiliki khalayak ini
biasanya karena adanya informasi yang mereka peroleh dari berita-berita yang
dipublikasikan oleh media massa. Secara singkat, sikap ditentukan oleh citra,
kemudia citra ditentukan oleh sumber informasi yang kebanyakan berasal dari
media massa.
3. Efek
Behavioral
Efek
ini terjadi jika ada perubahan perilaku khalayak karena infomasi yang
didapatkan dari komunikasi massa tersebut. Merujuk pada perilaku nyata yang
dapat diamati, yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan atau kebiasaan yang
berlaku. Salah satu perilaku prososial ialah memiliki keterampilan yang
bermanfaat,hal ini tidak hanya
didapatkan melalui bangku sekolah, tetapi dengan adanya komunikasi massa.
Masyarakat/ khalayak umum mampu mendapatkan keterampilan melalui media massa,
sebagai contoh saat ini banyak majalah, Koran, artikel, jurnal yang mampu
memberikan keterampilan baru kepada masyarakat.
Acara
Televisi “dr.Oz Indonesia” yang memberikan informasi kesehatan kepada khalayak,
dengan adanya acara tersebut banyak sekali informasi yang didapatkan tentang
pola hidup yang baik, pentingnya makan makanan yang sehat, ,masyarakat akan
mengubah perilaku mereka dan mulai memperhatikan apa yang mereka makan, ibu-ibu
akan berusaha bangun pagi untuk memasak agar makanan yang dimakan anak dan
suaminya terjamin kesehatanya. Secara tidak langsung ternyata informasi yang
disebarkan melalui komunikasi massa mampu memngubah dan mempengarui perilaku
masyarakat, dalam hal ini perilaku tentang kesehatan.
Berita
tentang penyerangan Allepo yang banyak disebar melalui berbagai media massa,
selain mengaduk-aduk perasaan dan membangkitkan empati masyarakat, sebagai
tindak lanjut dari perasaan tersebut masyarakat Indonesia banyak memberikan
bantuan baik secara material maupun non-material, banyak sesama muslim
Indonesia yang berangkat menunju Allepo untuk menjadi relawan, maraknya aksi
demo dan galangan dana yang dilakuakan oleh masyarakat Indonesia dalam rangka
untuk membantu masyarakat Allepo. Selain itu, baru-baru ini Indonesia
digegerkan dengan pemberitaan penistaan agama (kasus Al-Maidah:51) yang dilakukan oleh Ahok, hal ini membakar
kemarahan kaum muslimin di Indonesia, sebagai bentuk pembelaan umat muslik
terhadap Al-Qur’an masyarakat Indonesia yang beragama islam melakukan Aksi bela
islam pada tanggal 4 November 2016 ( Aksi 411) dan aksi bela Al-Qur’an pada
tanggal 2 Desember 2016 ( Aksi 212) di Jakarta. Hal ini merupakan bebrapa
contoh efek komunikasi massa yang sangat mempengaruhi perilaku masyarakat dan
khalayak umum.
4. Efek
Ekonomi
Tidak
dapat dipungkiri bahwa kehadiran komunikasi massa dewasa ini membuka peluang
kepada masyarakat dalam mengembangkan ekonomi mereka. Kehadiran media massa
ditengah kehidupan manusia dapat menumbuhkan berbagai usaha produksi,
distribusi dan konsumsi jasa media massa. Dengan adanya media massa, masarakat
dengan mudah mempromosikan usahanya sehingga mempermudah pengembangan usaha
bagi masarakat, karena dengan adanya iklan yang dipasang usaha masarakat dapat
diketahui oleh siapa saja di seluruh dunia yang dapat menjangkaunya.
Keberadaan
televisi baik televisi pemerintah maupun televisi swasta dapat memberi lapangan
kerja kepada sarjana ilmu komunikasi , para juru kamera, pengarah acara,
juru rias, dan profesi lainnya. Contoh lainya, sesuai dengan perkembangan zaman
muncul youtuber dan vlog yang banyak diminati oleh kaum muda zaman sekarang,
dimana hal ini mampu membangkitkan kreativitas remaja dan menjadi salah satu
sumber penghasilan bagi mereka.Masyarakat lebih mudah dalam mengembangkan usaha
mereka, dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
5. Efek Pergeseran Pola Hidup Masyarakat
Keberadaaan
komunikasi massa dalam menyajikan informasi memberikan banyak pengaruh kepada
masyarakat baik pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negative meskipun
pengaruh tersebut berlangsung secara bertahap dan memerlukap proses . media
membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya
dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.
Media memperlihatkan
pada masyarakat bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, sehingga
secara tidak langsung menyebabkan masyarakat menilai apakah lingkungan mereka
sudah layak atau apakah ia telah memenuhi standar tersebut dan gambaran ini
banyak dipengaruhi dari apa yang di lihat, didengar dan dibaca dari media.
Pesan/informasi yang disampaikan oleh media bisa jadi mendukung masyarakat
menjadi lebih baik, membuat masyarakat merasa senang akan diri mereka, merasa
cukup atau sebaliknya mengempiskan kepercayaan dirinya atau merasa rendah dari
yang lain. Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa dapat
terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat.
Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup.
F. Efek Komunikasi Massa terhadap Budaya
Media massa berperan untuk membentuk keragaman budaya yang
dihasilkan sebagai salah satu akibat pengaruh media terhadap system nilai,
pikir, dan tindakan manusia. Pada titik tertentu, masyarakat mengembangkan
system budaya massa. Berikut adalah beberapa efek
1. Efek Kognitif.
Budaya dalam konteks masyarakat didukung oleh media massa
dilihat sebagai entitas cair dan mampu mempengaruhi masyarakat (terlihat
bagaimana media mampu membentuk selera masyarakat atau membentuk cara pandang
tertentu terhadap sebuah realitas). Cara pandang dalam hal ini juga termasuk
kedalam cara berpikir manusia.
2. Efek Afektif.
Media komunikasi massa dalam perubahan budaya juga berfungsi
dalam menyampaikan pesan-pesan ritual yang biasanya dilakukan secara kolektif.
Seperti menyiarkan atau memberitahukan perayaan hari besar agama,
upacara-upacara ritual, upacara perkawinan yang sering bersifat ekspresif,
yakni menyatakan perasaan terdalam seseorang.
3. Efek Behavioral.
Pada
fungsi komunikasi cultural, budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi dan
pada gilirannya komunikasipun turut menentukan, memelihara, mengembangkan atau
mewariskan budaya. “Budaya adalah komunikasi” dan “Komunikasi adalah Budaya”
(Edward T Hall), keduanya mempunyai hubungan timbal balik. Efek behavioral.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Komunikasi
massa merupakan hal yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat khusunya
dizaman yang modern ini. Komunikasi merupakan salah satu proses sosial yang
sifatnya sangatlah mendasar dan sangatlah vital bagi kehidupan manusia ,
khususnya dalam hubungan antar manusia. Selain itu komunikasi juga dapat
dikatakan sebagai alat yang membentuk jejaring sosial sehingga dengan adanya
jejaring sosial tersebut dapat terbentuk kehidupan komunitas atau masarakat.
Komunikasi
massa memiliki banyak pengaruh bagi penerima informasi tersebut baik efek
terhadap individu, masyarakat social dan kebudayaan masyarakat itu sendiri.
Efek yang ditimbulkan dapat berupa efek perubahan kognitif, afektif dan
behavioral. Efek kognitif terjadi ketika dengan adanya komunikasi massa pola
fikir, persepsi, dan pengetahuan masyarakat/ khalayak umum berubah atau
bertambah. Efek afektif terjadi jika adanya perubahan pada perasaan atau sikap
khalayak seperti perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi atau dibenci. Efek
behavioral terjadi jika ada perubahan perilaku khalayak karena infomasi yang
didapatkan dari komunikasi massa tersebut
B. SARAN
“Tidak ada gading
yang tidak retak” tidak ada sesuatu yang
sempurna di dunia ini karena kesempurnaan hanya dimiliki Allah, begitupun
dengan makalah ini banyak kekurangan karena penulis hanyalah manusia biasa,
maka dari itu penulis meminta kritik dan saran yang membangun guna perbaikan
dimasa mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
Armando,Nina
M. 2015. Psikologi Komunikasi. Banten: Universitas Terbuka
Nasution,
Zulkarnimein.2015. Sosiologi Komunikasi Massa. Banten: Universitas Terbuka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar